Mekanisasi Jadi Kunci Pangkep Capai Produksi Tinggi
Pangkep, (7/5) – Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) resmi memulai babak baru dalam pengelolaan sektor pangan. Dipimpin langsung oleh Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau dan didampingi Kepala Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia (BRMP Serealia), Sarjoni prosesi tanam perdana padi dengan pola Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) digelar di Kampung Beru, Kelurahan Labakkang, Kamis (7/5).
Kegiatan ini menandai dimulainya transformasi besar-besaran, dari pola pertanian tradisional dan konvensional menuju sistem yang lebih efektif, efisien, dan berbasis ilmu pengetahuan.
Mengejar Target Produktivitas Tinggi
Melalui sentuhan teknologi PM-AAS, Bupati MYL menetapkan target yang optimis bagi para petani lokal. Jika selama ini rata-rata produksi padi di Pangkep berada di kisaran 6 hingga 7 ton per hektare, kehadiran sistem modern ini diharapkan mampu mendongkrak hasil hingga 9 ton per hektare.
"Sekarang kita ubah pola lama dengan sentuhan peralatan dan ilmu pengetahuan. Jika produksi meningkat, maka perekonomian masyarakat petani juga akan ikut terangkat," tegas Yusran di hadapan kelompok tani.
Dari Tabela Tradisional ke Jalur Modern
Kepala Dinas Pertanian Pangkep, Muhiddin, menjelaskan bahwa PM-AAS merupakan konsep yang menjembatani kebiasaan petani dengan kemajuan mekanisasi. Salah satu poin utamanya adalah evolusi teknik tanam:
-
Evolusi Tabela: Jika sebelumnya petani terbiasa dengan pola sebar (hambur) pada Tanam Benih Langsung (Tabela), kini mulai diarahkan pada pola jalur yang lebih teratur.
-
Mekanisasi Terpadu: Penggunaan alat mesin pertanian terbaru dikombinasikan dengan sistem pemupukan terintegrasi untuk memastikan nutrisi tanaman terpenuhi secara presisi.
-
Kemandirian Pertanian: Pangkep menjadi salah satu dari sedikit kabupaten yang dipercaya mengimplementasikan konsep kemandirian pangan nasional ini.
Target Luas Tanam Musim Gadu
Untuk musim tanam gadu tahun ini, Pemkab Pangkep mematok target luas tanam mencapai 12.000 hektare. Dari total luasan tersebut, sebanyak 20 persen ditargetkan sudah mengadopsi pola PM-AAS sebagai proyek percontohan yang nantinya akan direplikasi di kecamatan-kecamatan lain.
Poin Utama Transformasi PM-AAS Pangkep
Pada musim tanam kedua, Pangkep optimis dapat meningkatkan produktivitas yang awalnya 6-7 ton menjadi 9 ton per hektare. Hasil tersebut diharapkan dapat tercapai melalui penerapan model tanam PM-AAS yang mengitegrasikan mekanisasi, pemupukan terpadu, dan tabela jalur. Sebesar 2.400 hektare lahan disiapkan untuk implementasi program tersebut.
Sinergi antara visi Kementerian Pertanian, Pemkab Pangkep dan respons positif petani di Labakkang menjadi modal kuat bagi Pangkep untuk berdaulat pangan. Dengan dukungan instrumen teknis yang tepat, target 9 ton bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Reporter: Muchammad Fatchur Rizza